Huhhh... keluhan seperti itu terulang kembali (eeelooooohhhh yang mana?), hari ini aku berjalan mondar-mandir muterin Jakarta (ampe' apal dimana letak warteg2 di jakarta kali'). Tapi, eitsss...B-E-D-A...!!!, y ada yang beda dengan perjalananku di hari ini, mataku menerawang dalam renungan yang paling "maknyos". Apa yang aku lihat di depan pupilku semuanya membentuk angka 1 yang samar-samar, mulai dari tiang listrik, tiang penyangga flyover, motor yang berdiri tegak, semuanya merepresentasikan angka 1, waktu itu aku berfikir.
Schimmel menguak misteri angka 1 melalui mata batin keagamaan. Angka satu disebutnya sebagai simbol ideal daripada Tuhan kerana Tuhan adalah roh yang dengan sendirinya tidak mempunyai sifat-sifat material. Juga tidak punya lawan. Satu 'Mutlak' dan 'Satu' yang khas wujud-Nya.
Dalam kajian matematika angka 1 diartikan sebagai perlambang "identitas", dalam perkalian, jika sebuah bilangan dikali 1, maka yang muncul adalah bilangan itu sendiri (exp. 1 x n = n), begitu juga dengan perpangkatan dan pembagian. Bahkan karena begitu uniknya angka 1 ini, orang yunani menganggap angka 1 bukan sebagai angka, akan tetapi sebagai unit.
Dalam wilayah sihir-menyihir 1 disimbolkan sebagai Sang Penyihir
Jadi apakah arti angka 1 dari perjalananku hari ini? angka 1 ini muncul ketika aku banyak mengeluh, angka 1 ini mencuri fikirku ketika aku berkendara--suatu kegiatan yang memerlukan tingkat kefokusan tinggi. Apakah ini artinya? apakah angka 1 yang aku lihat sebagai representasi Tuhan? (Schimmel), apakah angka 1 yang ada pada tiang listrik itu sebagai identitas tiang itu sendiri sebagai tiang? (matematis) atau angka 1 itu adalah nenek sihir dengan tongkat dan baju hitamnya, yang telah menghipnotisku di jalan yang ramai itu? (simbol kartu tarot)
Mungkin arti angka 1 yang lebih cocok untuk aku pahami di waktu adalah, bahwa 1 adalah simbol kebijaksanaan, ide, dan pionir, oleh sebab itu karena angka 1 itu muncul ketika aku sedang banyak mengeluh, maka aku dituntut untuk menyikapinya dengan bijak mengenai keluhanku itu, dan dia yang datang dengan cara mencuri kefokusanku ketika berkendara, mengartikan bahwa fokus pada materi yang ada dihadapanku waktu berkendara itu pada ujungnya akan membawa fisik dan sukmo pada Sang "1" itu juga, yaitu Sang Pemilik Identitas (Schimmel & dalam matematika).